Pemilu 2024 Berjalan dengan Baik, Prabowo Subianto Ungkap Rasa Bangganya terhadap Demokrasi Indonesia

- Pewarta

Rabu, 6 Maret 2024 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Presiden, Prabowo Subianto. (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

Calon Presiden, Prabowo Subianto. (Facebook.com/@Prabowo Subianto)

JAKARTAOKE.COM – Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto menjadi pembicara utama dalam acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2024.

Acara ini mengangkat tema “Thriving through Transition” di Jakarta, Selasa (5/3/2024).

Dalam acara tersebut, Prabowo mengaku bangga terhadap demokrasi Indonesia.

Hal ini dinilainya melalui proses Pemilu 2024 yang berjalan dengan baik. Terlebih Indonesia menjadi salah satu negara demokrasi terbesar di dunia.

“Saya pikir saya berpartisipasi dalam cukup banyak Pemilu. Dan izinkan saya bersaksi.”

“Bahwa demokrasi memang mahal dan sangat melelahkan serta masih banyak yang harus diperbaiki,” ucap Prabowo.

Baca artikel lainnya di sini : Prabowo Subianto Sebut Pemerintahan Presiden Jokowi Sukses, Apresiasi Pencapaian Ekonomi Indonesia

Namun, pesan Prabowo, Indonesia perlu berbangga karena jumlah partisipasi Pemilu kemarin mencapai rata-rata 80%.

Hal ini tidaklah buruk, mengingat banyak negara yang juga menganut sistem demokrasi terkadang jumlah pemilihnya kurang dari 50%.

Lihat juga konten video, di sini: Transisi Pemerintahan Jokowi ke Pemerintahan Baru Optimis Mulus, Ini Penjelasan Prabowo Subianto

“Saya pikir Indonesia harus bangga dengan pemilu kita. Apalagi negara sebesar dan seluas kita,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan meskipun demokrasi berjalan dengan baik di Indonesia, masih banyak ruang untuk perbaikan.

Ia menyebut Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari 17.000 pulau dengan masyarakat yang beragam dari sisi ras, suku hingga agama.

Meski demikian, Prabowo saat berkampanye dalam kontestasi pemilu belum menjangkau keseluruhan pulau.

Padahal ini penting untuk menyerap aspirasi seluruh masyarakat.

“Dari 38 provinsi saya cuma bisa datangi saya pikir terakhir hitungannya hanya 26.”

“Jadi saya masih setelah Pemilu ini saya harus masih pergi ke provinsi sisanya karena saya sudah janji.”

“Provinsi yang tidak saya bisa datangi saat kampanye harus saya datangi setelah masa kampanye,” kata Prabowo.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita nasional Persda.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Apakabarnews.com dan Bisnispost.com 

Berita Terkait

Misteri WA Paiman dan Jalan Pramuka: Apa Hubungannya dengan Ijazah Jokowi?
Soeharto Berpeluang Peroleh Gelar Pahlawan 2025 Ini, Pernah Diajukan 2 Kali dan Terkendala TAP MPR
Inilah 5 Manfaat Publikasi Press Release bagi Anggota DPRD, Salah Satunya Tingkatkan Citra dan Kredibilitas
Kasus BJB, Partai Golkar Serahkan Ridwan Kamil ke Proses Hukum, Bahlil: Biarlah Semua Itu Berproses
HUT Partai Gerindra, Inilah Momen Prabowo Subianto Sapa dan Peluk Perwakilan PDI Perjuangan
Survei Indikator: Gen Z Mendominasi jadi Kalangan Paling Puas dengan Kinerja Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Berpesan ke Para Caleg dan Cakada Gagal Terpilih, Terus berjuang dan Tak Menyerah
Di Depan Puan Maharani, Prabowo: Perlu Ada di Luar Koalisi Sebagai Check and Balances untuk Awasi Kita

Berita Terkait

Selasa, 24 Juni 2025 - 08:51 WIB

Misteri WA Paiman dan Jalan Pramuka: Apa Hubungannya dengan Ijazah Jokowi?

Kamis, 1 Mei 2025 - 10:01 WIB

Soeharto Berpeluang Peroleh Gelar Pahlawan 2025 Ini, Pernah Diajukan 2 Kali dan Terkendala TAP MPR

Sabtu, 26 April 2025 - 14:07 WIB

Inilah 5 Manfaat Publikasi Press Release bagi Anggota DPRD, Salah Satunya Tingkatkan Citra dan Kredibilitas

Kamis, 17 April 2025 - 10:42 WIB

Kasus BJB, Partai Golkar Serahkan Ridwan Kamil ke Proses Hukum, Bahlil: Biarlah Semua Itu Berproses

Minggu, 16 Februari 2025 - 11:39 WIB

HUT Partai Gerindra, Inilah Momen Prabowo Subianto Sapa dan Peluk Perwakilan PDI Perjuangan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB